14 August 2009



16 September 2008

iPhone gratis untuk anda



ingin iPhone gratis klik disini

13 June 2008

TANDA-TANDA SEBELUM KITA MENINGGAL

" Tanda 100 hari menjelang meninggal "

Ini adalah tanda pertama dari ALLAH SWT kepada hambanya dan hanya akan di sadari oleh mereka yang dikehendakinya. .....
Walau bagaimanapun semua orang islam akan mendapat tanda ini hanya saja mereka menyadari atau tidak.....
Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu ashar, seluruh tubuh yaitu dari ujung rambut hingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan menggigil, contohnya seperti daging lembu yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti, kita akan mendapati daging tersebut seakan -akan bergetar.... ..
Tanda ini rasanya nikmat dan bagi mereka yang sadar dan berdetik dihati bahwa mungkin ini adalah tanda mati, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini.
Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa sembarang manfaat...
Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini, maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

" Tanda 40 hari "

Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu ashar, bahagian pusat kita akan berdenyut-denyut
pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya diatas arash ALLAH SWT,
maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita,
antaranya ialah ia akan mulai mengikuti kita sepanjang masa ...

Akan terjadi malaikat maut ini memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka
yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika...
Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.. .......

" Tanda 7 hari "

Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesaktian
dimana orang sakit yang tidak makan, secara tiba-tiba ia berselera untuk makan...

" Tanda 3 hari "

Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri,
jika tanda ini dapat dikesan maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi
banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti....

Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi...
Telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam...
Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakan...

" Tanda 1 hari "

Akan berlaku sesudah ashar dimana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di kawasan ubun-ubun dimana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu ahsar keesokan harinya....

" Tanda akhir "

Akan terjadi keadaan dimana kita akan merasakan sejuk dibahagian pusat dan rasa itu akan turun kepinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian Halkum...
Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimat SYAHADAT dan berdiam diri dan menantikan
kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada ALLAH SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula...
SESUNGGUHNYA MENGINGAT MATI ITU ADALAH BIJAK

Forward this email...may ALLAH SWT bless
you...
Saling berpesan-pesanlah sesama kita...
Semoga kita tetap sadar...hingga pada akhirnya
Amien......

HATI-HATI DENGAN BAHAYA PLASTIK ! PELAJARI SEBELUM TERLAMBAT.




Sudah banyak orang yang memberi peringatan, rumor, gosip bahkan artikel majalah tentang bahaya plastik. Tetapi tetap saja hanya segelintir orang yang menggubris, peduli atau sampai meneliti lebih lanjut.
Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex (pembersih kuku), mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu kita bisa hampir dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A. Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan botol bayi walaupun sekarang sudah ada botol bayi dan penyimpan makanan yang tidak mengandung Bisphenol A sehingga aman untuk dipakai makan. Satu tes membuktikan 95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A.
Plastik dipakai karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai.
Apakah arti dari simbol-simbol yang kita temui pada produk plastik ?
#1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol mineral, botol jus dan hampir semua botol minuman lainnya. Botol-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi air panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.
#2. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.
#3. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
#4. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.
#5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.
#6. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.
#7. Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.
Masih banyak sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, kalau anda ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga dibandingkan kesehatan keluarga kita.
Pada akhirnya. Hindari penggunaan plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas atau pyrex sebagai gantinya.
Hindari juga membuang sampah plastik terutama yang mengandung Bisphenol-A sembarangan karena bahan tersebut pun bisa mencemari air tanah yang pada akhirnya pun bisa mencemari air minum banyak orang.
Semoga informasi ini bermanfaat.

28 February 2008

Investasi, Apa Perlu?

Rabu, 26 Juli 06 - oleh : ummi

Sebagian orang merasa tidak perlu untuk berinvestasi karena merasa dirinya sudah berkecukupan dengan penghasilan yang selama ini diterimanya. Selama memiliki penghasilan rutin, itu sudah cukup. Uang toh tidak bisa dibawa mati, nikmati saja selagi hidup. Setiap bulannya, ia mendapatkan penghasilan untuk kemudian dihabiskan, dan menunggu saat gajian lagi untuk kemudian dihabiskan kembali. Begitu seterusnya, uang mengalir melalui tangannya tanpa ada yang tersisa untuk diinvestasikan.
Betulkah Anda tidak memerlukan investasi? Simak poin-poin di bawah ini:

Fisik tak selamanya sehat dan kuat
Ini sudah pasti. Tak selamanya Anda bisa mengandalkan fisik untuk mencari nafkah.
Bagi Anda yang sudah terbiasa mendapatkan penghasilan dengan cara bekerja mengandalkan fisik, sebagai karyawan misalnya, tentunya Anda sudah merasakan betapa Anda sangat tergantung sekali pada kesehatan fisik Anda. Begitu Anda sakit dan tidak dapat bekerja, otomatis penghasilan pun berkurang. Gaji pokok mungkin masih utuh, tapi Anda bisa kehilangan premi kehadiran. Belum lagi kalau biaya pengobatannya harus ditanggung sendiri. Sudah penghasilan berkurang, harus keluar uang tambahan untuk berobat pula. Apalagi kalau Anda bekerja sendiri, sebagai penjahit misalnya, bisa-bisa Anda kehilangan penghasilan sama sekali di kala sakit.

Walaupun Anda sehat dan tidak pernah mengalami sakit yang serius, namun tetap saja faktor fisik bisa menjadi masalah nantinya. Sesehat apapun fisik Anda, usia pensiun tetap akan membatasi diri dari bekerja. Usia pensiun sudah jelas menjadi kendala permanen untuk bisa bekerja. Walaupun masih kuat dan ingin terus bekerja, namun biasanya perusahaan tidak akan mengizinkan Anda untuk bekerja lebih lama lagi.

Alhasil, gaji pun berhenti. Padahal, kewajiban memberi nafkah bisa jadi belumlah usai. Maka hanya mengandalkan fisik untuk mencari nafkah tidak bisa dilakukan selamanya. Ada saatnya dimana Anda memerlukan sumber nafkah yang tidak tergantung lagi pada kesehatan fisik atau umur.

Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah. Kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat; kemudian Dia menjadikan kamu sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. [QS. 30 Ar Rum : 54]

Harga-harga terus naik
Sebagai negara berkembang, inflasi (kenaikan harga) di Indonesia cukup tinggi kalau dibandingkan dengan negara maju. Setiap tahunnya, rata-rata kenaikan harga 10% bisa dibilang cukup normal. Untuk mengantisipasinya, penghasilan masyarakat juga seharusnya bisa naik setidaknya sama seperti kenaikan harga barang, kalau memang tidak bisa lebih tinggi. Bagaimana dengan penghasilan Anda? Apakah mengalami kenaikan setiap tahunnya? Dan apakah kenaikannya bisa mengejar inflasi?

Karena kalau tidak, Anda termasuk orang yang merugi. Dengan jumlah rupiah yang sama, Anda akan mengalami penurunan daya beli. Beras yang tadinya bisa dibeli dengan harga cukup murah, sekarang harus dibayar dengan harga yang lebih tinggi. Itu di saat normal, bagaimana dengan kejadian luar biasa seperti krisis moneter? Krismon mengakibatkan kenaikan yang luar biasa terhadap harga barang-barang kebutuhan pokok, apalagi yang diimpor.
Kebijakan perekonomian negara sepertinya juga tidak membawa keuntungan untuk rakyat. Kenaikan harga BBM, listrik dan telepon sepertinya saling berkejaran. Ini tentu saja mengakibatkan harga-harga lain ikutan naik tak mau ketinggalan.
Tapi sayangnya, yang berlomba untuk naik hanyalah harga-harga yang harus kita bayarkan. Sedangkan gaji dan penghasilan yang kita terima, sepertinya diam di tempat tak mau beranjak. Walaupun ada kenaikan, tapi tetap tak mampu mengejar kenaikan harga yang terus melonjak. Akibatnya, daya beli semakin merosot lagi. Lagi-lagi, kita menjadi orang yang merugi. Karena ternyata hari ini justru lebih buruk dari kemarin.

Tentu saja untuk menyelesaikannya dibutuhkan alternatif sumber pendapatan lain selain dari gaji bulanan saja. Dibutuhkan sumber pendapatan yang bisa mengimbangi kenaikan harga. Malah kalau bisa, mengejar kenaikan harga. Sehingga bisa menjadi orang yang beruntung. Yang hari esoknya lebih baik daripada hari ini. Dan berinvestasi bisa menjadi solusi untuk hal ini.

Dana Cadangan
Terkadang, tidak semua hal berjalan sesuai dengan rencana. Walau rencana sudah disusun matang, namun nampaknya ada saja penghalang yang tak terelakkan. Dan ini tentu saja bisa membawa akibat secara keuangan. Misalnya, jika terjadi kebutuhan mendadak karena sakit atau kecelakaan.
Takdir tak bisa diketahui sebelum memang terjadi. Musibah tak bisa ditolak karena sudah menjadi kehendak yang Maha Berkehendak. Yang bisa kita lakukan hanya mengantisipasinya, agar ketika terjadi sesuatu, kita sudah siap menghadapinya. Semuanya memang tidak kita harapkan, tapi bukankah akan lebih baik jika kita persiapkan. Maka menyimpan uang dalam bentuk investasi bisa jadi adalah pilihan yang baik sebagai Dana Cadangan. Jadi, kenapa tidak sedia payung sebelum hujan.
Allah akan memberikan rahmah kepada seseorang yang berusaha secara halal, membelanjakan secara dengan sederhana dan dapat menabung (menyisihkan kelebihan) untuk menghadapi hari fakirnya dan membutuhkannya[HR. Muttafaqun ‘Alaihi]

Hak Generasi Mendatang
Anak keturunan adalah penenang hati kedua orangtuanya. Tatkala penat pulang bekerja bisa dihapus seketika begitu mendengar tawa anak. Kegembiraan anak adalah kegembiraan orangtuanya. Kesedihan anak adalah kesedihan orangtuanya pula. Maka orang tua yang baik akan melakukan apapun untuk membahagiakan anaknya. Membekalinya dengan iman, ilmu dan harta yang baik. Agar bisa meneruskan tugas suci sebagai khalifah di atas bumi.

Bekalan harta memang bukan hal utama yang harus Anda siapkan untuk masa depan mereka. Namun Islam mengajarkan agar kita tidak meninggalkan keturunan kita dalam kondisi lemah sehingga khawatir dengan kesejahteraan mereka nantinya.

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.[QS.4 An-Nisa : 9]
Seorang muslim bahkan dianjurkan untuk meninggalkan keturunannya dalam keadaan kaya agar mereka tidak perlu meminta-minta sepeninggal orang tuanya. Karena meminta-minta, sungguh, adalah perbuatan yang sangat dibenci Allah.
Sesungguhnya, lebih baik meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya daripada meninggalkan mereka dalam keadaan miskin dan meminta-minta. [HR. Muttafaqun ‘Alaihi]